CESAR


Di awal-awal kehamilan istri saya, kami bersepakat untuk mengusahakan persalinan secara normal, tidak melalui operasi cesar. Alasannya, selain kami tidak punya uang banyak untuk operasi kami juga dengar bahwa ibu yang dioperasi cesar butuh waktu lama untuk pulih dibandingkan dengan ibu yan melahirkan secara normal. Kami percaya kehamilan dan persalinan adalah hal yang alami, bukan penyakit.
Namun kami butuh banyak nasehat dari beberapa orang; dokter, orang tua, tetangga, teman karena kondisi kesehatan istri saya yang mengidap hypertiroid menurut dokter yang pernah memeriksanya dulu, beresiko jika melahirkan secara normal.
Beruntung istri saya yang memeriksakan hormon tyroidnya secara berkala tiap bulan ternyata memilki tingkat hormon tiroid normal selama kehamilan. Kami pun memeriksakan kandungan di bulan kedua pada seorang dokter yang cukup bagus (antriannya panjang boo). Kemudian bulan berikutnya kami memeriksa kandungan pada bidan di dekat rumah yang bilang bahwa dia suka meyakinkan orang untuk melahirkan secara normal.
Sampai kemudian menginjak usia kandungan 9 bulan. Setelah di-usg dokter yang direkomendasikan sang bidan bilang, “ ada satu lilitan ari-ari di bayi, selebihnya sang bayi sehat. Ibu banyak jalan kaki dan ngepel saja ya”. Namun kemudian sang bidan di rumahnya bilang bahwa isti saya harus dioperasi cesar karea terlalu beresiko. Lilitan itu berbahaya dan di usia dua minggu sebelum hpl (hari perkiraan lahir) bayi belum masuk panggul. Walaupun kami masih memiliki waktu namun bidan itu tidak memberi opsi lain selain operasi cesar.
Saya marah. Istri saya marah. Bukan karena kondisi kandungan dan resikonya melainkan karena bidan itu, yang memilki MoU dengan dokter tadi, tidak memberi opsi lain. Padahal dulu dia bilang dia tidak mudah merekomendasikan operasi sesar. Padahal dia bukan dokter yang seringkali ambil jalan cepat dan menguntungkan secara fiansial, operasi cesar karena harus melayani banyak pasien. Lalu kami ingat bahwa dari seluruh perawatan persalinan yang ada di rumah bersalinnya itu semua mengalami operasi cesar.
Esoknya saya mencari bidan lain. Sebelum istri saya diperiksa saya bilang ke bidan baru itu mengenai hal yang kami alami. Juga saya bilang bahwa kami butuh diyakinkan bahwa istri saya bisa melahirkan secara normal. Tokh saya juga dulu lahir dengan lilitan ari-ari di leher saya.
Sore harinya istri saya diperiksa bidan baru itu dan beliau bilang, “kita doakan saja mudah-mudahan bisa lahir normal secara lancar dan ibu harus banyak berjalan”.
Lumayan, kami bisa agak lega sedikit walaupun saya tahu bidan itu sudah saya wanti-wanti sebelumnya bahwa kami tidak mau mendengar rekomendasi untuk operasi cesar.
Hari berikutnya kami memeriksa kandungan pada dokter yang pertama memeriksa istri saya. Hasilnya: bayinya ok, tidak ada lilitan, dan bisa melahirkan normal. Alhamdulillah.
Pulang dari dokter saya dan istri saya berbincang tentang yang kami alami dan membayangkan mungkin saja bidan mendapat keuntungan dari pemeriksaan rutin ibu hamil lalu saatnya melahirkan sang ibu dilempar ke meja operasi (yang mahal) oleh dokter, dia bidan sendiri barangkali sudah jarang menangani persalinan yang berdarah-darah itu sambil tetap mendapat komisi dari dokter atau rumah sakit mitra yang direkomendasikannya. Hahahah…
Sampai kemudian datang hari kelahiran, di klinik bersalin istri saya juga mendapat perhatian berkaitan dengan hipertiroid yang diidapnya. Sampai kami menunjukan hasil tes hormon yang normal.
Saya mendampingi istri saya melahirkan. Tujuh asisten menemani bidan membantu istri saya melahirkan. Luar biasa pengalaman itu.
Saya membisikan azan dan qomat di kedua telinga bayi kami yang baru lahir. Kerongkongan tercekat haru.

2 Responses to “CESAR”


  1. 1 combrok Juni 3, 2010 pukul 6:54 am

    Alhamdulillah,….habis baca ikut lega….!macam ikut melahirkan….

  2. 2 nenah November 25, 2011 pukul 5:23 am

    jadi lahirnya akhirnya normal, pengalaman istri bapak sama dengan saya hipertiroid saat ini bayi saya lengan terlilit ari2 sekarang usia kehamilan 8 bulan, sebelumnya anak saya meninggal karena saat itu saya belum tau klo saya mengidap hipertiroid. Apa saja cara istri anda melepaskan lilitan itu tentu saja selain berdoa terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Penanggal

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d blogger menyukai ini: