KISAH LAKI-LAKI: pertanyaan tentang laki


Kekerasan terhadap perempuan dan anak tak pernah habis dibicarakan dan tak dunia tak pernah rehat  menerima tumpahnya air mata dan darah.  Sebuah survey Komnas Perempuan menyebut di Indonesia dalam tiap dua jam  ada tiga orang perempuan mendapat kekerasan. Ketidakadilan dan kekerasan terhadap perempuan telah menjadi struktur sosial yang mengarahkan hubungan-hubungan antar orang.  Percakapan dan kontak sosial menjadi hubungan kekuasaan; siapa menguasai. Kekerasan struktural yang dipelihara lembaga keluarga, adat, sekolah, agama, dan negara ini juga telah menjelma jadi  pola bahasa kuasa yang memonopoli makna kata-kata di masyarakat. Dorongan kuasa dan kekerasan bisa menyaru jadi kalimat-kalimat yang sepertinya baik dan baik-baik saja.

Bahasa sebagai representasi pikiran tentu saja adalah cuma alat. Pikiranlah yang telah didikte ke alur dominasi patriarki dan seksisme. Bisa pikiran siapapun, namun tentu saja yang paling diberi keistimewaan adalah laki-laki.

Barangkali sebagian besar laki-laki hidup dalam ilusi bahwa dirinya sedang melakukan “pendidikan” pada orang lain. Pada perempuan dan anak. Lihat banyak ayat yang menyatakan bahwa laki-laki itu adalah pemimpin, imam, nakhoda, pelindung, pengarah, pemberi petuah. Dua puluh lima rasul yang dikenal dalam agama Islam adalah laki-laki. Saya juga tidak bisa membayangkan sebuah fatwa MUI disampaikan di televisi oleh pejabat MUI yang perempuan. Lalu siapakah yang sedang dididik? Siapa penerima pengajaran dan tuntunannya? Siapa yang melantiknya jadi guru?

Apakah pendidikan itu kewajiban atau hak tiap orang? Apa salahnya dengan filosofi bahwa kita sedang mendidik? Apa itu bertentangan dengan nilai kemanusiaan?

Barangkali mendidik adalah syah, sejauh ia tidak merendahkan manusia lain. Tidak menempatkan orang lain lebih rendah, lebih rentan, lebih kurang ajar. Merendahkan tidak selalu direpresentasikan dalam diksi yang terasa negatif namun juga bisa muncul di kalimat-kalimat berikut:

Laki-laki adalah pelindung bagi perempuan

Laki-laki harus jadi pemimpin bagi perempuan

Laki-laki yang baik tidak memukul perempuan

Nama anak adalah harapan orang tua

Apakah perempuan begitu rentan sehingga perlu dilindungi? Apa perempuan harus dipimpin dan dituntun untuk mendapatkan cita-cita hidupnya? Bisakah sebaliknya? Apakah laki-laki yang baik boleh memukul laki-laki? Milik siapakah kehidupan seorang anak?

Pertanyaan-pertanyaan diatas biasa akan memicu perdebatan yang berkepanjangan. Namun bagi saya yang bikin penasaran adalah darimana nilai-nilai (bahwa laki-laki sedang mendidik) itu muncul? Apa yang mengoperasikannya? Siapa yang memberi laki-laki keistimewaan untuk jadi pembawa risalah?

Bisakah  mengabarkan kebaikan tanpa menggurui dan merendahkan?

supermeen

KISAH LAKI-LAKI

Ini kisah laki-laki

Bermula dari laki-laki

Bercerita tentang laki-laki

Kisah harga diri para pemberani

Otot kawat tulang besi

Jiwa pejal para pemberani

Setiap lelaki kecil diwarisi langit/ cerita tentang menjadi  manusia perkasa

Anak lelaki tak boleh terlihat menangis/ anak lelaki tak boleh terlihat lemah

 

Ini kisah laki-laki.

Masa lalu tetaplah kini

Kawat lentur dibuat berdiri

besi ditempa jadi jeruji

Otot kawat tulang besi

Jiwa tegas kuda semberani

Setiap lelaki besar harus jadi pemimpin/ Dipacu mimpi tentang bahagia di dunia

Lelaki itu harus jadi kaya dan juara/ Entah apa dan bagaimana caranya

 

Ketika lelaki tua kehabisan tenaga/ mengumbar nasehat ia sendiri tak paham

Lelaki itu mestinya begini  begitu/ lelaki itu harusnya begini dan begitu

 

Kasian lelaki tak bisa jadi dirinya sendiri

Aduhai dirimu tersiksa jaga gengsi sebagai  lelaki

Akhirnya lelaki menjadi putus asa diarak tetangga ke rumah sakit jiwa

kisah laki-laki (Rannisakustik)

 

 

0 Responses to “KISAH LAKI-LAKI: pertanyaan tentang laki”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Penanggal

Januari 2016
S S R K J S M
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: